Aceh Besar – Pujatvaceh.com – Lembaga Wali Nanggroe adalah salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh provinsi, beberapa peran yang telah diamanatkan dalam Lembaga Wali Nanggroe Aceh, salah satunya peran dalam sektor pendidikan. Lembaga Wali Nanggroe Aceh memiliki peran, untuk membina dan mengawal kebijakan pendidikan di Aceh yang bermutu, mandiri, dan berdaya saing.
Selain itu, Lembaga Wali Nanggroe Aceh juga memiliki peran untuk mendorong dan memastikan pemangku kepentingan, agar pendidikan di Aceh bisa terwujud secara islami, serta terus mengingatkan pemerintah Aceh agar seluruh rakyat Aceh, bisa mendapatkan akses dan layanan pendidikan yang bermutu.
Kabag Kerjasama Dan Humas Keurukon Katibul Wali, M. Nasir Syamaun mengatakan, seminar ini bertujuan untuk mendapatkan masukan terkait pendidikan, sekaligus menjadi pengingat, agar bisa berpedoman pada landasan pendidikan Aceh yang pernah berjaya di masa lalu.
“Seminar terbatas yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari upaya kita yaiut Lembaga Wali Nanggroe untuk membangkitkan kembali nilai di masa lalu yang sangat dominan dengan hadirnya ilmu pengetahuan, terutama pendidikan Dayah. Diharapkan dengan adanya seminar terbatas ini juga bagian dari diskusi grup, bertujuan untuk mendapatkan masukan, dan sebagai pengingat bahwa kebijakan kita ke depan terkait dengan pendidikan di Aceh harus dilandasi dengan nilai-nilai atau ruh yang dulu pernah berjaya” ujar M. Nasir Syamaun, S.IP, MPA, Kabag Kerjasama Dan Humas Kerukon Katibul Wali
Sementara itu, Wakil Ketua Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Adnan Beuransyah mengatakan, peradaban Aceh di masa lalu harus terus dijunjung, dan bisa diterapkan kembali dalam kehidupan masyarakat Aceh di masa sekarang dan akan datang.
“Kegiatan berbentuk seminar ini untuk coba menggali bagaimana peradaban Aceh di masa lalu dapat kita update untuk di masa yang akan datang terutama untuk anak dan cucu kita. Kita harapkan dengan kejayaan di masa lalu dapat menjadi panutan kita di masa yang akan datang” kata Tgk. Adnan Beuransyah, Wakil Ketua Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh
Dalam kesempatan itu juga, guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Profesor Yusni Sabi, sudah menilai bahwa seminar terkait pendidikan atau peradaban Aceh sudah sering dilakukan. Namun terkadang hanya berakhir pada file seminar yang disimpan dalam sebuah komputer maupun kertas tanpa tindak lanjut.
Dirinya berharap dari seminar yang diadakan Lembaga Wali Nanggroe ini, akan menghasilkan satu rumusan yang nyata, agar dapat direkomendasikan kepada pihak terkait, untuk diimplementasikan demi kebaikan mutu peradaban dan pendidikan di provinsi Aceh. Karena jika tidak ada tindak lanjut kepada pengambil kebijakan, maka seminar hanya berupa kegiatan formalitas tanpa makna.
“Seminar ini merupakan kegiatan yang penting dan kita berharap ada kelanjutannya, karena seminar ini berkaitan dengan peradaban Aceh yang sudah banyak dilaksanakan. Hanya saja sebahagian besarnya itu berhenti di kegiatan seminar tersebut dan tersimpan di dalam file baik di komputer maupun print out-nya” tutur Prof. Yusni Sabi, Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh






