Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Seiring perkembangan zaman yang serba modern seperti sekarang ini, keberadaan Rumoh Aceh yang dulu sangat mudah dijumpai mulai tergantikan dengan bentuk rumah modern.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kelestarian Rumoh Aceh, Syeh Pulo seorang penyanyi yang berasal dari Aceh Besar memiliki cara tersendiri dalam mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankan rumah yang sudah ada dari sejak zaman indatu.

Lewat syair lagu ciptaanya sendiri, yang bertajuk “Aceh Masa Depan Berwawasan Masa Lalu”, Syeh Pulo berpesan agar kelestarian Rumoh Aceh harus tetap terjaga di tengah modernisasi zaman seperti sekarang, jangan sampai keberadaan Rumoh Aceh hilang dan tergantikan dengan rumah serba modern seperti sekarang ini.

Syeh Pulo mengatakan, sengaja menciptakan lagu ini, sebagai salah satu pesan dan pengingat khususnya kepada kaum milenial agar tidak terlupakan dengan Rumoh Aceh yang merupakan rumoh adat dari provinsi Aceh, hal ini tidak terlepas dari keprihatinannya terhadap keberadaan Rumoh Aceh yang sudah susah dijumpai sekarang. Dirinya berharap lewat syair lagu ciptaannya tersebut, bisa menjadi salah satu pengingat dan pesan untuk pentingnya melestarikan Rumoh Aceh supaya tidak terkikis oleh waktu dan zaman.

“Saya buat lagu ini bertujuan untuk mengingatkan kembali dan ini cara saya sebagai seniman untuk mengingatkan rekan-rekan kembali untuk tidak lupa dengan sepeninggalan nektu kita dulu seperti Rumoh Aceh itu yang perlu kita lestarikan karena seperti yang kita lihat di kampung-kampung Rumoh Aceh sudah tidak ada, kita cari di kampung-kampung sudah jarang kita dapatkan Rumoh Aceh malahan anak-anak yang baru lahir sekarang baru-baru gede sekarang kita tanya bagaimana Rumoh Aceh itu malahan banyak yang tidak tahu, jadi dari sekarang melalui lagu ini saya pesankan marilah kita lestarikan Rumoh Aceh karena ini merupakan rumah peninggalan raja kita dulu, peninggalan orang tua kita dulu supaya semaju apapun Aceh ini Rumoh Aceh itu jangan dilupakan” ungkap Syeh Pulo, Penyanyi Aceh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini