Foto : Eka Priyatna, Kalapas kelas II B Idi

Setelah sebelumnya di Aceh Utara seorang ibu terpaksa membawa anaknya ke tahanan, kini publik Aceh Kembali dihebohkan dengan beredarnya foto seorang ibu bersama empat anaknya masih yang kecil berada di dalam sel lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II B, Idi, Aceh Timur.

Nurhayati, ibu yang masih menyusui bayinya dituntut 2 bulan oleh jaksa dan vonis yang dijatuhkan lebih berat hingga 8 bulan penjara oleh hakim pengadilan negeri Idi.

Hal ini dikarenakan dirinya terbukti bersalah dimata hakim sebab telah melanggar pasal 76 C UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Karena vonis tersebut dirinya dan bayinya yang masih menyusui harus hidup dalam jeruji besi untuk beberapa waktu kedepannya.

Kalapas kelas II B Idi Aceh Timur, Eka Priyatna membenarkan bahwa pada selasa sore tadi, sekitar pukul 15.00 WIB ada pengiriman napi wanita dari jaksa yang kasusnya telah inkrah dengan vonis 8 bulan penjara. Ibu kandung ini terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak nya.

“Jadi terkait dengan warga binaan di lapas kita, atas nama Ibu Nurhayati, alias Kak Nur. Kemarin (selasa) sekitar pukul 15.00 itu di bawa oleh kejaksaan ke lapas Idi, dalam rangka ingkrah dan pelaksanaan putusan pengadilan. Jadi Ibu Nurhayati masuk kesini dengan status sudah tahanan pidana, sudah ingkrah, dengan putusan 8 bulan.”  Jelas Eka Priyatna, Kalapas kelas II B Idi memberikan keterangan.

Saat ini ibu tersebut ditempatkan bersama anaknya di kamar tahanan wanita. Seperti foto yang beredar di masyarakat, Nurhayati hanya boleh dibawa ke dalam kamar tahanan bersama ibunya yaitu anak yang masih menyusui. Sedangkan tiga orang lagi dibawa pulang, hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Sementara itu Nurhayati mengaku tidak sengaja melakukan kekerasan terhadap anaknya, dia berharap bisa secepatnya keluar agar bisa mengurus anaknya yg lain.

“tidak sengaja saya buang air rebusan pisang, terkena anak saya yang sedang bermain lari- lari di belakang rumah, tolong jemput saya, kasian tiga lagi anak saya bersama ayahnya yang masih kecil-kecil.” Tutur Nurhayati.

Pihak lapas akan tetap memberikan pelayanan yang sama dengan napi perempuan lainnya, termasuk layanan kesehatan bila diperlukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini