Tiga Bulan Pascabanjir, Warga Pidie Jaya Masih Tinggal di Tenda Pengungsian

Pidie Jaya – Pujatv.com Beginilah kondisi Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya saat ini. Lumpur tebal masih menutup halaman dan sisa-sisa bangunan rumah warga. Jejak banjir bandang yang menerjang pada November 2025 lalu belum sepenuhnya hilang.
Tak ada aktivitas seperti biasanya, permukiman nyaris lumpuh total. Sebanyak 500 jiwa atau 150 kepala keluarga masih hidup dalam ketidakpastian.
Mereka bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di pekarangan meunasah desa. Di tempat inilah orang tua, anak-anak, hingga lanjut usia menjalani hari-hari mereka, berdesakan dengan fasilitas terbatas.

Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung kini belum bisa ditempati. Lumpur belum dibersihkan sepenuhnya, sementara hunian sementara atau huntara belum juga siap.
Memasuki bulan suci Ramadan, suasana yang dirasakan warga jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya waktu berbuka diisi dengan hidangan sederhana di rumah sendiri, kini mereka harus berbuka di bawah tenda dengan perasaan campur aduk antara syukur dan duka.
Keuchik Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak, mengatakan seluruh warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian karena belum ada pilihan lain.
Meski dalam keterbatasan, Abdul Halim mengajak warganya tetap sabar dan tabah menjalani ujian ini.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh keprihatinan, harapan mereka sederhana, bisa kembali ke rumah, membersihkan sisa lumpur, dan memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti.
Ramadan kali ini menjadi pengingat bahwa di balik kebahagiaan, masih ada saudara-saudara kita yang berjuang bangkit dari bencana. Warga Meunasah Raya berharap bulan penuh berkah ini membawa secercah harapan untuk segera pulang ke rumah mereka.





