BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melanjutkan pembangunan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, setelah sebelumnya sempat dihentikan karena dilokasi itu banyak temuan situs dan makam zaman kerajaan aceh dahulu.

Keputusan untuk melanjutkan proyek IPAL telah disetujui setelah rapat bersama antara Pemko Banda Aceh dan sejumlah stakeholder diantaranya DPRK Banda Aceh, tim arkeolog Universitas Syiah Kuala, kemudian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Aceh, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh, para pewaris kerajaan, kepala desa Gampong Pande, dan tokoh masyarakat setempat pada tanggal 3 Februari 2021.

Yusri Ramli anggota TACB saat dijumpai Jumat (26/2/21), kepada Puja TV menuturkan, rekomendasi yang dikeluarkan TACB saat rapat bersama Pemko Banda Aceh adalah keputusan sepihak tanpa melibatkan semua anggota dari TACB lainnya, saat dilakukan pengambilan keputusan untuk rekomendasi kelanjutan proyek IPAL tersebut.

“Saya sendiri merasa heran dan terkejut ketika lahir rekomendasi lanjutan proyek IPAL yang mengatasnamakan TACB Kota Banda Aceh bahwasannya telah menyetujui proyek tersebut dijalankan,” tutur Yusri Ramli, Salah seorang anggota TACB Kota Banda Aceh.

Yusri melanjutkan, dirinya sangat menyayangkan terhadap hasil rapat tersebut, karena tidak melibatkan semua anggota TACB secara keseluruhan. Dirinya juga tidak terima akan keputusan rekomendasi tersebut.

“Saya salah seorang ahli cagar budaya Kota Banda Aceh menanyakan siapa saja yang hadir pada saat rapat tersebut dan tidak ada dalam grup whatsapp juga tidak ada pemberitahuan rapat untuk mengambil keputusan. Saya pribadi tidak menerima hasil putusan tersebut,” tambahnya.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments