Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Beginilah aksi muda mudi di salah satu cafe di kawasan Ulee Lheue Banda Aceh saat di datangi petugas gabungan yang melakukan patroli untuk penegakan syariat Islam.

Patroli yang dilakukan oleh Forkopimda dan tim gabungan menyisir sejumlah warung kopi dan cafe di seputaran Kota Banda Aceh. Guna menindaklanjuti serat edaran yang keluarkan oleh Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.

Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin mengatakan pihaknya akan terus memantau agar penurunan pelanggaran syariat Islam ke berbagai wilayah di Banda Aceh dapat terus ditegakkan.

Diharapkan pemilik warung kopi dan cafe dapat mentaati aturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Aceh dan membatasi bagi wanita yang tidak disertai dengan muhrim, anak-anak dan pelajar untuk meninggalkan warung kopi dan cafe pada pukul 23.00 WIB.

Amiruddin juga menambahkan, bahwa untuk menegakkan syariat Islam bukan hanya peran forkopimda saja, namun peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk ikut serta mengawasi secara aktif.

“Dititik yang kita tentukan yang kita harapkan nanti tim yang sudah kita bentuk dapat memberikan himbauan secara humanis, secara santun kepada pemilik café, pemilik warung kopi, sehingga mereka bisa menjaga ketertiban, kenyamanan, dan jauh dari pelanggaran syariat Islam” tutur Amiruddin, Pj Wali Kota Banda Aceh.

Sementara pengelola warung kopi dan cafe mengharap adanya solusi dari pemerintah, misalnya seperti menempatkan petugas di lokasi untuk menghimbau masyarakat yang masih membandel.

“Kalau memang pemerintahnya maaf cakap kita bilang bisa berpikir panjang lagi ya, kami kan Cuma mencari uang seribu dua ribu kak bukan mencari sampai hal kayak mana gitu, seharusnya pemerintah lebih bijaksana lagi ambil keputusan, dampaknya yang seharusnya kami bisa untuk sehari-hari cukup ini malah kami kekurangan dapatnya karena cepat tutup, pelanggan pun udah mulai agak  malas datang lagi” kata Ami, Owner Food Truck.

“Kami sangat mendukung pemerintah Aceh dalam menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berada lagi di warung kopi bagi kaum hawa kaum wanita, dan kami sangat setuju, tapi kalau menurut kami kalau ditutup jam 12 malam kami kurang setuju pendapatan kami kurang, kami sudah menegur, jadi kami usir pun ngga bagus nanti diliat sama masyarakat, jadi harus bagaimana, dari pemerintah harus mikir juga, kalu bisa jam malam harus dijaga sama Satpol PP atau WH” ucap Saifuddin, Pengelola Ata Kupi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini