Foto : M Yoga, Letda Laut Kesehatan, sedang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada lansia korban banjir Aceh Utara

ACEH UTARA – PUJATVACEH.COM – Banjir yang melanda Aceh Utara memasuki hari ke lima,  membuat ribuan warga di dua puluhan kecamatan mengungsi .

Para pengungsi pun mulai diserang penyakit, seperti demam , flu, dan gatal-gatal, seperti di Desa Lhokdrin, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Selain pemeriksaan pengungsi oleh Dinas Kesehatan yang bersiaga,  tim medis dari Tni Lanal Lhokseumawe pun melakukan pemeriksaan dan pengobatan bagi pengungsi banjir disejumlah titik lokasi pengungsi di Kecamatan Lhoksukon,  Aceh Utara.

Namun,  pengobatan  belum optimal dikarenakan minimnya persediaan obat-obatan yang ada.

Dari data BPBD Aceh Utara, jumlah warga yang mengungsi mencapai  19.225 kk dan 61.045 jiwa di 178 titik pengungsian tersebar di 23 kecamatan,  mereka mengungsi di rumah ibadah dan ke dataran lebih tinggi.

“Pengungsi mulai diserang penyakit , rata rata mengalami penyakit kutu air, gatal gatal. Pihak kami Angkatan Laut terus berusaha dengan baik dan berkoordinasi dengan dinas ksehatan untuk dibantu obat obatan “, ujar M Yoga, Letda Laut Kesehatan.

Untuk menjawab hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan fokus pada rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat di hantam banjir.

“Kami akan fokus pada rekonstruksi kerusakan Tanggul Krueng Pasee yang jebol dihantam banjir, kerusakan infrastruktur dan kerugian akibat banjir masih dalam proses pendataan” ujar Muhammad Thaib, Bupati Aceh Utara.

Belum ada data resmi jumlah kerugian akibat banjir langganan tahunan yang sempat merendam hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Utara .

Banjir yang merendam hampir seluruh kecamatan di Aceh Utara kini berangsur surut , namun air masih menggenangi 6 kecamatan terparah, yakni Lhoksukon,  Matangkuli , Piraka Timu, Tanah Pasir,  Tanah Luas dan Baktya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini