Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Ribuan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe, Senin siang. Dalam aksi tersebut mahasiswa terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian.

Kericuhan itu terjadi saat mahasiswa berusaha menerobos blokade polisi untuk masuk ke dalam gedung DPRK Lhokseumawe. Suasana unjuk rasa kian memanas saat mahasiswa melempari petugas dengan menggunakan batu. Untuk melerai massa aksi, petugas terpaksa melepaskan tembakan water canon ke arah mahasiswa.

Akibat kericuhan tersebut, dua mahasiswa diantaranya perempuan dan seorang perwira polisi dari Polres Lhokseumawe terluka akibat terkena lemparan batu di bagian kepala. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas gedung DPRK Lhokseumawe seperti kaca juga ikut rusak.

Koordinator aksi, Aris Munandar, mengaku kecewa dengan tindakan aparat kepolisian lantaran menghalangi para mahasiswa untuk bertemu dengan anggota dewan, bahkan sebagian mahasiswa mengaku ada kawannya yang diamankan polisi dalam aksi tersebut.

“Kami menyampaikan beberapa aspirasi mahasiswa tetapi hari ini pihak kepolisian telah melakukan tindakan yang bentuk ekspresif terhadap para mahasiswa, kepolisian bersifat represif dengan bertindak kepada mahasiswa seolah-olah lawan padahal kami telah meminta untuk membuka ruang dialog tetapi tidak diindahkan, kami menyayangkan sikap dari pihak DPR kota Lhokseumawe seolah-olah menelantarkan dan tidak menunjukkan keterpihakan kepada masyarakat, kami hari ini sangat kecewa bahwasanya kami datang atas nama mahasiswa menyampaikan segala aspirasi ataupun menyampaikan segala keluh kesah di masyarakat maka dari itu seharusnya hari ini yang mewakili dari kota Lhokseumawe yaitu DPRK Lhokseumawe menyampaikan aspirasi masyarakat kepada DPR RI“ kata Aris Munandar, Koordinator Aksi.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, membantah jika pihaknya telah mengamankan mahasiswa, namun dirinya mengaku akan menyelidiki kembali dan melakukan tindakan terkait pengrusakan fasilitas negara.

“Batu banyak berterbangan dari jalan dan beberapa kaca pecah di kantor DPRK ini, kemudian juga ada anggota saya di Polres Lhokseumawe juga terdapat dua jahitan. Oleh karena itu, hal ini kami juga melakukan tindakan, hal-hal tersebut juga kami telusuri tidak ada perbuatan tanpa efek, efek berarti ada tindakan. Tidak ada satupun dari pihak mahasiswa yang ditahan, kami hadir untuk menciptakan rasa aman, melindungi aset negara“ ujar AKBP Henki Ismanto, Kapolres Lhokseumawe.

Adapun desakan mahasiswa dalam aksi ini diantaranya mendesak pemerintah agar menurunkan harga BBM, menolak kenaikan harga dasar listrik hingga membatalkan pembangunan IKN untuk memperbaiki ekonomi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments