LANGSA- PUJA ACEHTV.COM– Warga pesisir kota Langsa melakukan inovasi untuk membuat tambak yang luas  dengan memakai aneka kolam yang terbuat dari terpal karet, dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit, teknologi inipun dinamakan Bio Flok.

Dari sepintas kolam ini mirip kolam lele atau jenis ikan air tawar lainnya yang biasa ditemui di berbagai daerah, namun siapa sangka dibalik kolam kolam yang dilapisi terpal karet ini ternyata berisi udang jenis ekpor yang harganya sangat menggiurkan yaitu udang vaname.

Hal ini terjadi seperti di desa Seriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Awalnya warga enggan melakukan budidaya udang vaname tehnik ini, namun setelah mendapat Pendampingan dari Dinas Perikanan setempat, wargapun akhirnya mau mencoba.

Selanjutnya warga kemudian manfaatkan lahan didepan rumahnya yang berukuran tiga kali delapan meter persegi, kolam tersebut kemudian dilapisi terpal yang terbuat dari karet dan diberi tretmen sirkulasi air yang cukup untuk mempertahankan kadar garam atau salinitas yang diperlukan vaname, yaitu antara 20 hingga 30 PPN, dengan harga jual mencapai seratus ribu rupiah sesuai ukuran.

Muhammad Isa, pembudidaya udang vaname mengatakan, “kondisi memungkinkan kita budidayakan , intinya karena harganya, cara membesarkannya, alhamdulillah kita sudah dapat kenyamanan dalam program Bio Flok ini”, ujarnya.

Usman Abdullah, Walikota Langsa mengatakan Pemerintah nantinya akan memfasilitasi dan mendorong agar program ini dapat digunakan dan dimanfaatkan warga, menurutnya program budidaya udang vaname menggunakan sistem Bio Flog ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, mengingat kondisi sekarang sedang dalam wabah pandemi covid-19.

Dan kedepan kita akan membuat ini suatu program dalam pemerintah kota Langsa, dianggarkan tahun 2021 minimal ada satu kelompok akan budidayakn system Bio Flok”, ujar Usman atau akrab yang dipanggil Toke Suum.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments