Warga Tiga Desa Masih Mengungsi Akibat Gunung Bur Ni Telong Status Siaga

Bener Meriah – Pujatv.com : Aktivitas vulkanik Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terus menunjukkan peningkatan. Status gunung api tersebut kini dinaikkan ke Level III (Siaga) sejak Rabu dini lalu. Akibatnya, ribuan warga dari beberapa desa berjarak radius bahaya berdekatan dengan lereng gunung terpaksa mengungsi ke sejumlah titik posko pengungsian atau tempat yang lebih aman.
Sejak status Gunung Api Bur Ni Telong dinaikkan menjadi level siaga, kurang lebih 2.166 warga dari beberapa desa, seperti Kampung Rembune, Kampung Pantan Pediangan, dan Kampung Bandar Lampahan, telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Kondisi di posko saat ini relatif padat, namun logistik dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan dilaporkan aman dan mencukupi berkat bantuan dari beberapa pihak.

Salah seorang warga yang mengungsi, Riduan, menceritakan bahwa awalnya terjadi gempa terus menerus. Setelah gempa berlangsung, aparat desa setempat menghimbau warga agar segera mengungsi ke lokasi yang telah ditetapkan, karena informasi bahwasannya Gunung Api Bur Ni Telong naik level tingkat 3 siaga.
Riduan mengatakan dirinya bersama keluarga dan warga lainnya mengungsi sudah dua malam pasca kejadian. Ia menambahkan, selama di tenda pengungsian setiap hujan turun, air masuk ke dalam tenda. Sedangkan fasilitas seperti makanan dan kebutuhan di pengungsian tercukupi, namun fasilitas pasokan air belum tercukupi.

Ia berharap situasi yang saat ini terjadi dapat segera pulih agar bisa kembali ke rumah masing-masing, dan petugas pihak terkait tetap selalu memantau kondisi gunung api guna memastikan kondisi aktivitasnya.
Berdasarkan keterangan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang sempat meninjau posko, lokasi pengungsian ini berada pada radius aman dari ancaman bahaya erupsi. Meski demikian, warga tetap dihimbau untuk waspada dan mengikuti arahan dari petugas.
Warga berharap agar status gunung segera menurun sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.





