Wawancara dengan Gure Raman dan Asnawi Ali terkait Penembakan Dantim BAIS di Pidie.

Banda Aceh – Pujatvaceh.com : Pengadilan Negeri Sigli pada selasa 26 juli 2022 lalu telah  menghukum tujuh para pelaku penembakan Dantim BAIS Kapten Abdul Majid selama 7 tahun hingga seumur hidup , berdasarkan pengakuan para pelaku disebutkan bahwa para terpidana sebagai anggota TAM (Teuntra Aceh Merdeka),   para terpidana sudah merencanakan aksi tersebut selama tujuh bulan sebelum eksekusi dilakukan kepada korban, hal ini disampaikan oleh kepala kejaksaan Negeri Pidie , Gembong Prayitno pada salah satu media di Aceh.

Dari awal terjadinya kasus berdarah ini belum pernah terkofimasi kepada petinggi dan penanggung jawab TAM yaitu Gure Raman yang mengaku dirinya sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara Aceh Darusalam di pengasingan.
Begitu juga dengan sosok Asnawi Ali yang disebut sebagai dalang dari aksi kekerasan bersenjata yang telah merobek kedamaian Aceh yang padahal perdamaian Aceh telah dirasakan oleh masyarakat dan sudah memasuki usia 17 tahun tahun.

Terkait dengan hal tersebut Pujatvaceh.com berhasil menghubungi dan mewawancarai Gure Raman dan Asnawi Ali  yang dikabarkan terkait dengan aksi pembunuhan tersebut,  Gure Raman dan Asnawi Ali  saat ini telah bermukim dikawasan Negara Scandinavia dan telah menjadi warga Negara Swedia.

Berikut petikan wawancaranya :
Gure Raman: Bukan Anggota dan Tidak Kenal serta tidak pernah komunikasi.

Pujatvaceh.com : Apakah benar kelompok yang melakukan eksekusi terhadap Dantim Bais di Pidie adalah anggota TAM dan dibawah komando anda?

Gure Raman : Saya tidak pernah kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan mereka bagaimana mungkin saya perintahkan mereka, dan mereka bukan anggota TAM.

Pujatvaceh.com : Bagaimana sebenarnya anggota TAM yang dibawah komando anda ?

Gure Raman : Perlu diketahui bahwa TAM punya struktur organisasi tersendiri, dan setiap anggota TAM harus melakukan bai’at atau disumpah, hingga saat ini TAM belum pernah melakukan aksi bersenjata apapun di Aceh, jadi jangan dikaitkan dengan dengan TAM aksi pembunuhan tersebut.

Pujatvaceh.com: Sepengetahuan  kami TAM pernah merayakan milad GAM setiap tahunnya dengan memakai atribut militer dan menaikkan bendera bintang bulan, begitu juga dengan bai’at kepada pengikutnya di Aceh  yang telah dishare di media sosial, tentunya asumsi
publik TAM sudah melakukan aksi militer dengan itensitas kecil di Aceh, ditandai
dengan seragam militer yang dipakai saat upacara , Bagaimana pendapat anda?

Gure Raman : kalau ba’at dan upacara bendera benar TAM pernah melakukannya , tapi untuk gerakan bersenjata belum pernah saya perintahkan hingga saat ini.

Pujatvaceh.com : Saat ini masyarakat Aceh sudah merasakan perdamaian berdasarkan hasil MOU Helsinki yang ditanda tangani oleh GAM dan RI, Kehadiran TAM dinilai akan memicu kekerasan bersenjata lagi di aceh dan memunculkan konflik baru di Aceh yang
akan mengakibatkan pertumpahan darah serta akan merusak kedamaian Aceh, Apa
tanggapan anda?

Gure Raman : ( kemudian Gure Raman mengirim beberapa tautan pernyataan ASNLF dan TAM yang sudah beredar di dunia maya tentang ketidak setujuan ASNLF dan TAM terhadap Perdamaian berdasarkan MOU Helsinki yang telah di tandatangani sebelumnya)

” ASNLF dan TAM tetap akan melanjutkan perjuangan Gerakan Aceh Meredeka dan
tidak mengakui MOU Helsinki antara GAM dan Indonesia”  pungkas Gure Raman
mengakhiri wawancara.

Sementara itu Asnawi Ali dan Tgk Utoh disebutkan juga menjadi otak dari kasus yang merenggut nyawa perwira TNI yang bertugas sebagai komandan Tim Banda Intelijen strategis, berikut petikan singkat wawancara dengan Asnawi ali.

Asnawi Ali : bisa jadi karena efek dari Sama Nama dengan Ir. Asnawi Ali di USA.


Pujatvaceh.com : Nama anda disebut terlibat dalam pembunuhan Dantim Bais di Pidie berdasarkan pernyataan dari pihak kejaksaan, apakah benar demikian?

Asnawi Ali : No No, mungkin yang dimaksud adalah Ir Asnawi Ali alias Tgk Utoh salah seorang menteri dalam Kabinet Hasan Tiro angkatan 1976 atau seangkatan dengan dr. Zaini Abdullah, saat ini Ir. Asnawi Ali tinggal di Amerika . nama Tgk Utoh ditabalkan kepada dirinya karena yang bersangkutan insinyur jebolan USU Medan.

Pujatvaceh.com : Apakah Asnawi Ali dan Tgk Utoh itu satu sosok yang sama?

Asnawi Ali: setahu saya begitu dan selama ini dia tidak pernah muncul ke publik mungkin karena sudah tua,

Pujatvaceh.com : Publik di Aceh berasumsi anda yang dimaksudkan karena selama ini anda yang aktif melakukan berbagai kegiatan di luar negeri menentang MOU Helsinki dan menyuarakan kemerdekaan Aceh, apa pendapat anda?

Asnawi Ali : itu bisa jadi  karena efek viral dan sama nama saja, tapi itu bukan saya . sejauh ini ASNLF masih fokus pada perjuangan secara diplomasi melalui organisasi besar di dunia seperti
UNPO yang secara berkala melakukan pertemuan di kantor PBB, dan kita pernah head to head dalam forum internasional dengan perwakilan pemerintah Indonesia.

Pujatvaceh.com : Apakah Anda pernah bertemu atau berkomunikasi dengan Ir.Asnawi Ali atau Tgk Utoh?

Asnawi Ali : Tidak pernah, karena yang bersangkutan tidak punya media sosial maupun nomor kontak yang bisa dihubungi. Tutup Asnawi Ali mengakhiri sesi wawancara singkat.

 

 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments