Pertamina bangun 3 Tanki Baru di Integrated Terminal BBM – Lhokseumawe, Vendor lokal Gigit Jari

Lhokseumawe – Pujatv.com : Proses pembangunan tiga Tanki BBM di integrated Terminal depot Pertamina Hagu Teungoh Lhokseumawe tutup mata terhadap keterlibatan vendor lokal dalam proyek milik PT. Patra Niaga Regional I .
Betapa tidak, seluruh sistem informasi dan pelelangan dilakukan diluar Aceh atau di Medan – Sumatera Utara, bahkan salah satu perusahaan lokal yang telah terdaftar sebagai rekanan di PT. Patra Niaga sama sekali tidak diberitahu terkait proyek ini.
Bahkan untuk meminta sub-pekerjaan yang telah dimenangkan oleh PT. Berdikari Karya Konstruksi (BKK) dan PT. Cahaya Permata Sakti Abadi (CPSA) serasa dipersulit dengan harus seizin PT. Patra Niaga Regional – 1, Medan – Sumatera Utara.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Andema Makmur Sejahtera (Perusahaan yang bergerak dalam Blasting-Painting dan distributor cat HEMPEL untuk Sumatera Utara dan Aceh) – Sofian Andema, yang sempat bersilaturahmi dan ingin mendapatkan informasi terkait pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh pengusaha lokal dan sudah tentu dengan memenuhi standar kualifikasi yang ditentukan oleh Pertamina , dan bisa dipertanggungjawabkan secara teknis dan kualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Pertamina.
Dalam hal ini pengusaha lokal merasa dianak-tirikan, seharusnya PT. Patra Niaga regional I tidak menutup mata dengan hal ini. Apalagi dengan adanya keterlibatan vendor lokal dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, dan tentu pekerja-pekerja pun dari pekerja lokal akan terserap, hingga pendapatan asli daerah dari pajak akan mengalir dan menambah PAD Kota Lhokseumawe, tentu hal ini berbeda jika perusahaan pelaksana tidak berdomisili atau tidak punya kantor di kota Lhokseumawe, maka PAD akan mengalir ke luar Daerah, dan ini merugikan kota Lhokseumawe.
Menurut Sofian Andema, pertemuan kemarin dengan salah seorang staf depot Pertamina Lhokseumawe sdr. Rizki Husen berlangsung cukup baik , hanya saja tidak ada keterbukaan informasi yang dapat diberikan dan tentu dengan alasan klise bukan kewenangan dirinya mencampuri urusan proyek tersebut, bahkan untuk mendapatkan nama perusahaan dan person in charge tidak dapat diberikan, apalagi solusi dari keinginan para vendor lokal untuk bisa berpartisipasi sebagai sub-cont dalam pekerjaan di lokasi Integrated terminal BBM tersebut.
Dalam hal ini Sofian Andema mengingatkan jangan sampai terdengar lagi istilah yang sering berlaku “Buya Krueng teu dong-dong buya Tamong meuraseuki” di kota Lhokseumawe, jika semuanya dikerjakan oleh pengusaha/perusahaan luar Aceh maka pengusaha lokal dengan kualifikasi tertentu hanya menjadi penonton. Seharusnya pasca damai Aceh Pertamina harus lebih memahami kepentingan rakyat Aceh dan pengusaha lokal untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan dan proyek pengembangan.
Sementara itu, unit Manager Integrated terminal atau Depot Pertamina Hagu Teungoh Lhokseumawe Ari Yunanto tidak merespon panggilan atau WhatsApp konfirmasi oleh PUJA TV Aceh.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Belum terima laporan resmi dari PT BKK dan PT CPSA

Kepala bidang ketenagakerjaan Dinas penanaman modal Pelayanan terpadu satu pintu dan tenaga kerja kota Lhokseumawe Diana Rosa yang dikonfirmasi Puja TV mengaku belum ada pemberitahuan secara resmi kepada instansi teknis pemerintah kota Lhokseumawe terkait keberadaan kedua perusahaan tersebut sesuai dengan Qanun dan peraturan yang berlaku di Aceh dan kota Lhokseumawe.
Padahal dalam kisruh ketenagakerjaan pada bulan lalu dirinya sempat melakukan mediasi dengan perwakilan PT BKK dan PT CPSA untuk mencari solusi, Namun hingga kini selembar surat pemberitahuan kepada Dinas terkait tentang kebutuhan dan cara rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan belum kami terima, ungkapnya.
Diana Berharap kedua perusahaan agar menghargai dan menghormati peraturan atau Qanun yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota Lhokseumawe dan Pemerintah Aceh, sikap koperatif ini penting agar perekrutan tenaga kerja bisa dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari, pungkasnya.





