Abuya Habibi: Aceh Bisa Kembali Jaya dengan Berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis

Lhokseumawe – Pujatv.com Abuya Habibi bin Muhibuddin Waly menyampaikan bahwa kejayaan Aceh pada masa Kesultanan Aceh Darussalam dapat menjadi inspirasi bagi generasi saat ini. Menurutnya, kebangkitan Aceh harus dibangun dengan kembali berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an, hadis, serta menjaga persatuan umat.
Hal tersebut disampaikan Abuya Habibi dalam pengajian bertema “Sejarah Kerajaan Aceh Darussalam” yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Jamik At-Taqwa Meuria Paloh, Sabtu (27/6/2026).
Dalam ceramahnya, Abuya Habibi mengulas masa kejayaan Aceh di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Menurutnya, pada masa itu Aceh menjadi salah satu kerajaan yang disegani dunia karena kekuatan ekonomi, perdagangan, dan hubungan diplomatik dengan berbagai negara.

Ia menjelaskan, komoditas lada yang menjadi andalan Aceh saat itu menarik perhatian banyak bangsa, termasuk negara-negara Eropa, untuk menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Aceh. Selain itu, Aceh juga disebut memiliki hubungan diplomatik dengan Inggris pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Abuya Habibi mengatakan, sebelum menjadi sultan, Iskandar Muda dikenal memiliki latar belakang keilmuan agama. Karena itu, berbagai kebijakan pemerintahannya disebut berlandaskan Al-Qur’an dan hadis, yang kemudian melahirkan Qanun Meukuta Alam atau Qanun Al-Asyi sebagai pedoman dalam sistem pemerintahan, perekonomian, hingga hukum dan peradilan.

Menurutnya, kejayaan Aceh mulai memudar akibat konflik internal serta melemahnya hubungan antara ulama dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada runtuhnya persatuan yang menjadi salah satu fondasi utama kekuatan Kesultanan Aceh.
Abuya Habibi berpendapat, Aceh memiliki peluang untuk kembali bangkit apabila masyarakat tetap menjaga persatuan serta menjadikan Al-Qur’an, hadis, dan ijmak ulama sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.





