AS Kembali Serang Iran, Pasokan Energi Dunia Terganggu Termasuk Indonesia

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme

AS Kembali Serang Iran, Pasokan Energi Dunia Terganggu Termasuk Indonesia

Iran – Pujatv.com Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah militer Amerika melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran untuk malam kesembilan secara berturut-turut pada Minggu waktu setempat. Serangan terbaru tersebut menambah jumlah korban jiwa sekaligus memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan pernyataan resmi Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM), operasi terbaru menargetkan fasilitas serta kemampuan militer Iran dengan tujuan mengurangi kapasitas Teheran dalam melancarkan serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini merupakan salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Konflik yang telah berlangsung hampir lima bulan itu terus memakan korban di kedua belah pihak. Militer Amerika Serikat melaporkan jumlah personel yang tewas sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026 meningkat menjadi 17 orang. Sementara itu, otoritas Iran menyatakan sedikitnya 50 orang meninggal dunia dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan yang terjadi sepanjang bulan ini.

Dikutip dari Islamic Republic News Agency (IRNA), Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala bentuk ancaman. Menurutnya, penambahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan bertentangan dengan seruan Washington untuk mengakhiri perang. Ia juga menyatakan Iran telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk merespons setiap tindakan yang dianggap mengancam kedaulatan negaranya.

Eskalasi konflik tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Menurunnya lalu lintas kapal di jalur strategis itu memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, apabila ketegangan di kawasan terus berlanjut.

Pengamat menilai, gangguan terhadap distribusi minyak melalui Selat Hormuz dapat meningkatkan biaya impor energi, memengaruhi sektor transportasi dan logistik, serta berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok di dalam negeri. Oleh karena itu, perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi perhatian penting bagi banyak negara yang bergantung pada impor minyak dan gas.

Tonton video selengkapnya di link berkut!

Newspaper Theme

Prabowo Sebut Indonesia Produsen Sawit, tapi Pernah Langka Minyak Goreng Akibat Under-Invoicing, Kini Benahi BUMN “Parasit”

Prabowo Sebut Indonesia Produsen Sawit, tapi Pernah Langka Minyak Goreng Akibat Under-Invoicing, Kini Benahi BUMN "Parasit" Jakarta – Pujatv.com Presiden Prabowo Subianto menyoroti ironi yang...

Cegah Pelanggaran, Polresta Banda Aceh Periksa Urine, Ponsel, dan Senpi Personel

Cegah Pelanggaran, Polresta Banda Aceh Periksa Urine, Ponsel, dan Senpi Personel Banda Aceh – Pujatv.com Polresta Banda Aceh menggelar pemeriksaan internal terhadap seluruh personelnya melalui...

Blok Masela Diresmikan, Perbandingan dengan Blok Andaman Kembali Jadi Sorotan di Aceh

Blok Masela Diresmikan, Perbandingan dengan Blok Andaman Kembali Jadi Sorotan di Aceh Lhokseumawe - Pujatv.com Peresmian groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela...

Dua Prajurit AS Tewas, Amerika Serikat Luncurkan Serangan Balasan ke Iran

Dua Prajurit AS Tewas, Amerika Serikat Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Amerika Serikat – Pujatv.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Komando...

POPULERnew
Berita terpopuler