Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh akan melakukan deteksi tes cepat terhadap seribu warung kopi di Aceh, hal ini dilakukan untuk mendeteksi makanan-makanan yang tersedia di warung warung kopi agar terhindar dari bahan berbahaya, seperti pada produk makanan mie, bakso, ketupat, kerupuk tempe, nasi buras, lontong hingga siomay.

Ada sebanyak 700 warung kopi yang berada di ibukota Banda Aceh, sekitar 100 warung kopi di Aceh Besar dan selebihnya tersebar di seluruh Aceh, ada 1.200 warung kopi yang sudah terdata di seluruh Aceh, yang akan di lakukan intervensi oleh BBPOM.

Intervensi tersebut dilakukan mengingat selama ini masih ditemukannya produk makanan yang menggunakan bahan berbahaya, lazimnya bahan berbahaya yang sering digunakan meliputi metanil yellow, rhodamin B, formalin dan boraks.

Namun dari hasil pengawasan di Aceh dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Aceh lebih sering menggunakan boraks untuk campuran pada produk makanan, sedangkan tiga lainnya selalu negatif saat pengujian laboratorium.

Demi menjaga keamanan produk makanan, BBPOM Banda Aceh melakukan intervensi terhadap warung kopi dengan melibatkan kurang lebih 50 kader nantinya, bagi warung kopi yang sudah di intervensi dan dianggap aman untuk dikunjungi, BBPOM akan menempelkan stiker pada warung kopi tersebut.

“Kita temukan ada beberapa cuman tidak banyak, tetapi ini yang kita duga suatu konfirmasi yang produknya menggunakan bahan berbahaya, seperti mie, bakso, kerupuk tempe, yang berdasarkan uji kita beberapa mengandung boraks dalam jumlah kecil” kata Yudi Noviandi, Kepala Balai BPOM Banda Aceh.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments