Semarang – Pujatvaceh.com – Kini Kota Semarang tercatat memiliki kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan paling tertinggi di Jawa Tengah dengan 179 kasus per Agustus 2023 ini. Terdiri dari 97 kekerasan terhadap perempuan dan 82 kekerasan terhadap anak.

Namun, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi menyebut tingginya angka di Semarang karena besarnya kemauan dan kesadaran warga Kota Semarang untuk melaporkan adanya kekerasan.

“Kita lihat bahwa speak up untuk masyarakat (di Kota Semarang) itu lebih besar,” ujar Dewi, Jumat, 6/10/2023.

Dikarenakan, sosialisasi soal kekerasan terhadap anak dan perempuan lebih sering terjadi di Kota Semarang.

Hal itu juga Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di Kota Semarang, dinilai terbentuk dengan baik. Sehingga, kepercayaan masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan semakin bertambah. “Sosialisasinya di Kota Semarang juga gencar, sehingga mereka berani melaporkan, mereka tidak malu, dan mereka tidak takut. Masyarakat itu jadi percaya untuk melapor, bahwa nanti mereka akan didampingi. Mereka juga percaya bahwa dengan layanan yang sudah dibentuk di Kota Semarang itu akan mendampingi sampai kasusnya tuntas, layanan itu pun optimal,” lapornya.

Pihaknya kini mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Semarang per Agustus 2023 mencapai 97 dari 544 kasus. Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Semarang per Agustus 2023 mencapai 82 dari 650 kasus.

 

Sumber : kompas.com

Foto ilustrasi : news.unair.ac.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini