Bireuen – Pujatvaceh.com – Kegiatan Musabaqah yang berlangsung di kawasan terminal Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen ini, sebagai bentuk syukur, atas terlaksananya proses perdamaian antara GAM dan pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus tahun 2005 lalu.

Pembukaan MTQ ini ikut ditampilkan teatrikal tentang kesengsaraan masyarakat Aceh saat terjadinya konflik sebelum perdamaian berlangsung, konflik telah mengakibatkan ribuan nyawa melayang di Aceh, baik dari GAM, TNI, Polri dan masyarakat sipil yang tidak bersalah.

Ketua DPRK Bireuen, Rusydi Mukhtar yang juga mantan kombatan GAM mengatakan, peringatan damai kali ini sengaja dipilih kegiatan MTQ, agar rakyat Aceh tetap cinta Qur’an dan selalu bersyukur.

Atas perdamaian, dia juga berharap agar masyarakat Aceh dapat terus bersatu dan menginginkan peringatan MoU perdamaian kali ini, lebih banyak diisi dengan kegiatan keagamaan serta memohon agar butir-butir yang tertuang dalam MoU bisa segera terealisasi.

“Acara MTQ Peusangan Raya dalam rangka menyambut 17 Tahun perdamaian Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah Republik Indonesia dan bertujuan untuk mempersatukan rakyat Aceh supaya hidup dalam perdamaian dan mensyukuri apa yang telah dipersembahkan oleh mantan Gerakan Aceh Merdeka yang telah syahid dalam peperangan mulai dari pada tahun 76 dan berakhir pada tanggal 15 Agustus 2005 disertai penandatanganan antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Republik Indonesia“ kata Rusydi Mukhtar, Ketua DPRK Bireuen.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments