Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono bersama rombongan Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan unsur Forkopimda Aceh Utara meninjau langsung kondisi tanggul sungai serta dampak banjir yang dirasakan oleh masyarakat. Salah satu lokasi tanggul sungai yang ditinjau yakni di Desa Meunasah Mancang,Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Banjir Aceh Utara telah melanda 21 kecamatan dan merusak sejumlah tanggul serta merugikan sektor pertanian,  hingga  merusak fasilitas umum dan masyarakat. Dari data pemerintah Kabupaten Aceh Utara, 18 titik tanggul sungai jebol, 4 diantaranya rusak parah.

Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono mengaku akan segera memperbaiki sejumlah tanggul sungai yang ditargetkan akan selesai pada pekan ini.

“Sesuai laporan kerusakan tanggul dengan sisanya yang kritis ini akan segera ditangani, sekarang ada 12 alat menuju ke sini dan mudah-mudahan dalam minggu ini selesai pengerjaan secara permanen,” ujar Basuki.

Sementara itu, salah seorang korban banjir, Ibnu Azwan mengaku, biasanya banjir Aceh Utara terjadi selama 5 tahun sekali. Namun menurutnya selama ada Waduk Keureto yang sampai saat ini belum rampung selesai pembangunannya, Aceh Utara dilanda banjir dalam setahun bisa 1-3 kali.

“Ini tahun 2022 sudah memasuki kedua kali banjir dan ini kami rasakan sejak dibuat wadukm. Padahal sebelum dibuat waduk kami di kecamatan Lhoksukon dan Matangkuli paling ada banjir 5 tahun sekali, tidak ada guna itu waduk. Ya harapannya tanggul segera diperbaiki, serta sungai juga di normalisasi,” kata Ibnu.

Masyarakat berharap pemerintah serius mengatasi bencana banjir dan segera memperbaiki tanggul jebol serta normalisasi sungai agar banjir tidak kembali terjadi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments