28.7 C
Banda Aceh
Selasa, 23 April, 2024

Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Hariadi  8 Tahun penjara, denda 400 juta dan bayar uang pengganti 16 miliar dalam perkara  PT RS Arun Lhokseumawe

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme
Newspaper Theme

 

Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Hariadi  8 Tahun penjara, denda 400 juta dan bayar uang pengganti 16 miliar dalam perkara  PT RS Arun Lhokseumawe

Banda Aceh- Pujatv.com:  Majelis Hakim Banding Pengadilan Tinggi Banda Aceh  membacakan Putusan Nomor 5/PIDSUS/TIPIKOR/2024/PT BNA pada tanggal 28 Maret 2024 atas nama terdakwa Hariadi, SKM, MKM.

Putusan tersebut dibacakan di Gedung Pengadilan Tinggi c/q Balai Tgk Chik Ditiro, banda Aceh oleh Ketua Majelis Hakim H. Makaroda Hafat, MH yang didampingi oleh dua Hakim Anggota Dr H Supriadi dan Dr H Taqwaddin.

Putusan tersebut membatalkan putusan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Banda Aceh, sehingga Pengadilan Tinggi mengadili  dan menyatakan Terdakwa Hariadi, S.K.M., M.K.M, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum. Terdakwa adalah pelaku kejahatan tindak pidana korupsi pada Rumah Sakit Arun Lhokseumawe bersama dengan Suaidi Yahya.

Majelis Hakim Tinggi Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa  dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan pidana denda sebesar Rp 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Hakim Humas Pengadilan Tinggi.  Dr Taqwaddin

Tidak hanya pidana penjara dan denda, terdakwa juga diperberat dengan diganjar  pidana tambahan berupa kewajiban untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 16.868.190.124,00 (enam belas milyar delapan ratus enam puluh delapan juta seratus sembilan puluh ribu seratus dua puluh empat rupiah), paling lama dalam waktu paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, jika uang pengganti tersebut tidak membayar maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.

Selanjutnya Majelis Hakim Tinggi menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan.

 

Selain hukuman di atas, Majelis Hakim Banding juga menetapkan barang bukti Nomor 472 sampai dengan 503 dirampas untuk negara dan dilelang serta hasilnya diperhitungkan sebagai uang pengganti. Barang bukti tersebut antara lain berupa beberapa unit rumah, ruko, mobil, sepeda motor, dan lain-lain.

 

Putusan Pengadilan Tinggi  di atas  membatalkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 40/Pid.Sus/TPK/2023/PN Bna tanggal 29 Januari 2024, yang amarnya:

1. menyatakan Terdakwa Hariadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam Dakwaan Primair;

2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari Dakwaan Primair;

3. Menyatakan Terdakwa Hariadi, S.K.M, M.K.M, MoH Bin Sabiluddin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam Dakwaan Subsidair;

4. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun, serta denda sejumlah Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

 

Informasi terkait diatas Pujatv.com telah terkonfirmasi dengan Hakim Humas Pengadilan Tinggi.  Dr Taqwaddin. (*)

Via*

DPRA Sah Kan Empat Qanun Penting Harap Kemendagri Segera Registrasi

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menggelar rapat paripurna tahun 2024 dengan tiga agenda, penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur...

Pertumbuhan Pohon Mangrove Di Aceh Bisa Dipantau Secara Digital Barcode

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Dalam upaya menjaga ekosistem dan keberlangsungan tanaman mangrove di Provinsi Aceh, berbagai terobosan dilakukan. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Tahun...

Masuk Gelombang Kedua, Jemaah Haji Aceh Mulai Berangkat ke Mekah 29 Mei 2024

Banda Aceh - Pujatvaceh.com - Jemaah haji Aceh akan berangkat menuju Tanah Suci mulai 29 Mei 2024. Para jemaah yang berangkat tahun ini masuk...

Partai Aceh Buka Peluang Untuk Cawagub Dampingi Mualem Pada Pilkada 2024

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Pemilihan Kepala Daerah Aceh (Pilkada) dijadwalkan akan di gelar pada bulan November 2024 mendatang, tahapan Pilkada 2024 juga sudah...

POPULERnew
Berita terpopuler