Banda Aceh – Pujatvaceh.com Saiful Bahri alias Pon Yahya, kader Partai Aceh dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggantikan posisi Dahlan Jamaluddin untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Setelah disetujui oleh Mendagri, Tito Karnavian. Pelantikan dan pengucapan sumpah terhadap Pon Yahya digelar dalam Sidang Paripurna pada Jumat (13/5).

Setelah dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Gusrizal, Pon Yahya juga dipeusijuek (tepung tawar) oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar.

Namun usai pelantikan, Pon Yahya yang didampingi langsung oleh putri pertamanya tiba-tiba sejumlah pemuda mengibarkan Bendera Bulan Bintang berukuran dua setengah meter dibentangkan di Tribun VIP Ruang Utama Gedung DPR Aceh selama 10 menit.

Dalam pidatonya, Pon Yahya menyampaikan, bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya saat ini merupakan jerih payah para pejuang dan syuhada Aceh. Pon Yahya juga menyampaikan akan memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki yang belum sepenuhnya terealisasi di masa jabatannya selama 2 tahun 4 bulan itu.

“Kita coba bangun komunikasi agar bisa atur strategi mana yang harus didahulukan dan kemarin bersama Bapak Tito karnavian ada pembahasan terkait pemerintah Aceh dan pemerintah pusat yang harus kembali duduk bersama. Jika mereka serius kita bisa mengibarkan bendera karena dengan Qanun yang sudah disahkan,” ujar Saiful Bahri.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments