Warga bergotong-royong memasak sebanyak 23 beulangong (kuali besar) kari khas Aceh, di meunasah gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

 

Banda Aceh- PUJATVACEH– Jelang malam Nuzulul Qur’an warga gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, bergotong royong memasak kuah beulangong yang sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan. Warga bergotong-royong memasak sebanyak 23 beulangong (kuali besar) kari khas Aceh, di meunasah gampong tersebut. Kuah yang di masak secara bersama-sama ini merupakan hasil dari meuripe atau hasil patungan uang warga gampong, kuah tersebut kemudian di bagikan untuk seluruh warga.

“Ini merupakan tradisi setiap tahun, untuk tahun ini kami memasak sebanyak 23 beulangong, dan kuah nantinya di bagikan kepada warga untuk dapat disantap bersama keluarga dirumah masing-masing. Dikarenakan pandemi Covid-19 masih mewabah di Aceh, kami tidak dapat mengadakan makan bersama di meunasah gampong seperti tahun sebelumnya.”, Ungkap Nazaruddin selaku tokoh masyarakat gampong Ateuk Jawo.

Tradisi memasak kuah beulangong secara bergotong royong saat jelang malam Nuzulul Qur’an merupakan adat tradisi turun temurun. Selain menjaga tali silaturahmi, warga juga dapat membantu fakir miskin di desa mereka untuk saling berbagi di bulan penuh berkah ini.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments