Puluhan warga Aceh Utara melakukan aksi demontrasi terhadap PT. Pema di halaman kantor Badan Pengelola Migas Aceh dengan tuntutan agar PT. Pema membatalkan kerja sama pengelolaan gas dengan Bakrie Grup

BANDA ACEH – PUJATVACEH – Puluhan Warga Aceh Utara yang mengaku dari Koalisi Ormas Peduli Migas Aceh. Melakukan aksi demontrasi di halaman kantor PT. PEMA di kawasan Lampineung, Senin Pagi (3/5).

Para demonstran menuntut PT Pema agar tidak menjadikan Bakrie Group sebagai rekanan dalam mengelola Migas Blok B di Aceh Utara.

Hal ini diutarakan oleh koordinator aksi Koalisi Ormas Peduli Migas Aceh. Menurutnya Aceh tidak kekurangan Perseroan Terbatas untuk mengelola Migas Blok B. Perusahaan seperti PT. Pasee Energy dianggap mumpuni, atau bisa juga diberikan kepada pengusaha-pengusaha lokal Aceh yang mempunyai modal besar.

“Kami berharap pemerintah Aceh mencabut keputusannya menggandeng Bakrie Group dalam pengelolaan migas dan diganti dengan PT. Pasee Energi dari Aceh Utara atau kepada pengusaha-pengusaha local Aceh yang mempunyai modal besar,” Kata Muktaruddin Koordinator Aksi Demo.

Hal berbeda disampaikan oleh Direktur Migas dan Pertambangan PT. Pema, Hasballah mengatakan, hingga saat ini PT. Pema belum mendapatkan perusahaan milik Pemerintah Aceh yang dinilai layak dan mumpuni dalam mengelola Migas Aceh.

“Kita dari awal sudah melakukan komunikasi dengah pihak di Aceh Utara, kita sadar dengan kebutuhan regulasi terkait porsi pemerintah kabupaten tempat wilayah kita berada,”Ujar Hasballah, Direktur Migas dan Pertambangan PT. Pema.

Kata Hasballah, pihaknya selama ini telah berusaha maksimal untuk mendapatkan izin mengelola migas di Aceh. Salah satu syaratnya adalah perusahaan rekanan yang layak dari Pemerintah.

“Namun, menurut regulasi yang mengkoordinir partisipasi tersebut adalah dari pemerintah provinsi. Kami selaku BUMD, siap menjalankan saja bagaimana keputusan dari pimpinan daerah dalam pembagian antara provinsi dan kabupaten,” Imbuhnya.

Terkait tudingan kerja sama dengan Bakrie Group, PT. Pema tidak mengetahui hal tersebut. Pemilik utama saham migas adalah Pemerintah Aceh, sedangkan PT. Pema hanya sebagai pelaksana.

“Masalah uang dan masalah modal tentu itu bagian saham. Darimana asal sumbernya kami tidak memikirkan itu, kita serahkan sepenuhnya pada Gubernur,” Urainya memungkasi.

Untuk diketahui, terkait pengelolaan migas di Aceh, selama ini kerap terjadi berbagai masalah. Harapannya, dengan dikelola sendiri oleh Aceh, Migas Blok B dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments