28.7 C
Banda Aceh
Selasa, 23 April, 2024

Pengadilan Tinggi Batalkan  Putusan PN Banda Aceh , vonis Suaidi Yahya 5 tahun penjara, Denda 500 juta rupiah

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme
Newspaper Theme

Pengadilan Tinggi Batalkan  Putusan PN Banda Aceh , vonis Suaidi Yahya 5 tahun penjara, Denda 500 juta rupiah.

Foto : Ketua Majelis Hakim Tinggi, H Makaroda Hafat, MH yg didampingi oleh Dr H Supriadi dan Dr H Taqwaddin sebagai Hakim Anggota. ( istimewa)

Banda Aceh-:Pujatv com: Sebelumnya Pengadilan Tipikor PN Banda Aceh menghukum Suaidi Yahya dengan amar putusan menyatakan Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan kejahatan sebagaimana dalam dakwaan sekunder, sehingga dijatuhkan hukuman 6 tahun dan denda Rp 300.000.000, serta dikenakan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 7.379.424.073 (tujuh miliar lebih).

Merasa tidak mendapatkan keadilan Kemudian Suadi Yahya melalui kuasa hukumnya T Fakhrial Dani mengajukan Banding ke Pengadilan tinggi  dan akhirnya Majelis Hakim Banding pada Pengadilan Tinggi memutuskan Terdakwa, Suaidi Yahya terbukti bersalah melakukan kejahatan sebagaimana dakwaan primer Penuntut Umum. Dihukum pidana 5 (lima) tahun dan denda Rp 500.000.000 rupiah dan tidak dikenakan pidana tambahan berupa uang pengganti.

Terdakwa dinilai bersalah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap serangkaian ketentuan keuangan negara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Tinggi, H Makaroda Hafat, MH yg didampingi oleh Dr H Supriadi dan Dr H Taqwaddin sebagai Hakim Anggota pada Pengadilan Tinggi Aceh cq Balai Gedung Tgk Chik Ditiro Banda Aceh.

Menurut Hakim Humas Dr Taqwaddin yang dikonfirmasi Pujatvaceh.com , ada tiga alasan dibatalkannya putusan Pengadilan Tipikor PN Banda Aceh dalam perkara Suaidi Yahya.

Pertama Majelis Hakim Tinggi membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama, karena menurut hakim  pengadilan tinggi  unsur melawan hukum sebagaimana dalam dakwaan primer penuntut umum terbukti. Sehingga dalam perkara ini pasal yang diterapkan pada terdakwa adalah Pasal 2 UU Tipikor, bukan Pasal 3-nya sebagaimana dalam dakwaan skundair.

 

Kedua, terjadi pembatalan pemidanaan (straftmaat). Jika pada putusan PN, terdakwa dipidana penjara 6 tahun dan denda Rp 300.000 maka pada putusan Pengadilan Tinggi menjadi pidana penjara 5 tahun dan denda Rp.500.000.000,-

Ketiga, pada Putusan PN Banda Aceh terdakwa dikenakan pidana tambahan uang pengganti lebih dari Rp 7.379.424.073 (tujuh miliar lebih). Sedangkan pada Putusan Pengadilan Tinggi hukuman pidana tambahan uang pengganti ditiadakan

Terkait mengapa dibatalkannya pidana uang pengganti, Taqwaddin menjelaskan bahwa Majelis Hakim Banding tidak menemukan alat bukti baik berupa keterangan saksi maupun dokumen barang bukti yang dapat disimpulkan terdakwa menerima aliran dana dari kejahatan korupsi pada Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

Menurut perhitungan Inspektorat Lhokseumawe kerugian negara yang terjadi dalam perkara ini lebih dari 44 Milyar rupiah yang dilakukan oleh dua terdakwa yaitu Suaidi Yahya dan Hariadi selaku direktur PT RS Arun Lhokseumawe (*)

Via*

DPRA Sah Kan Empat Qanun Penting Harap Kemendagri Segera Registrasi

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menggelar rapat paripurna tahun 2024 dengan tiga agenda, penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur...

Pertumbuhan Pohon Mangrove Di Aceh Bisa Dipantau Secara Digital Barcode

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Dalam upaya menjaga ekosistem dan keberlangsungan tanaman mangrove di Provinsi Aceh, berbagai terobosan dilakukan. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Tahun...

Masuk Gelombang Kedua, Jemaah Haji Aceh Mulai Berangkat ke Mekah 29 Mei 2024

Banda Aceh - Pujatvaceh.com - Jemaah haji Aceh akan berangkat menuju Tanah Suci mulai 29 Mei 2024. Para jemaah yang berangkat tahun ini masuk...

Partai Aceh Buka Peluang Untuk Cawagub Dampingi Mualem Pada Pilkada 2024

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Pemilihan Kepala Daerah Aceh (Pilkada) dijadwalkan akan di gelar pada bulan November 2024 mendatang, tahapan Pilkada 2024 juga sudah...

POPULERnew
Berita terpopuler