29.2 C
Banda Aceh
Kamis, 30 Mei, 2024

Pertumbuhan Pohon Mangrove Di Aceh Bisa Dipantau Secara Digital Barcode

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme
Newspaper Theme

Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Dalam upaya menjaga ekosistem dan keberlangsungan tanaman mangrove di Provinsi Aceh, berbagai terobosan dilakukan.

Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Tahun 2024, Indosat Ooredoo Hutchison bersama DKP Aceh, Universitas Syiah Kuala dan pihak terkait lainnya meluncurkan program digitalisasi konservasi mangrove.

Yang berlokasi di kawasan mangrove park, Lampulo, Banda Aceh, yang dikelola oleh pemuda peduli mangrove kutaraja atau pemangku. Sebanyak 15 ribu bibit mangrove diberikan untuk di tanam di lahan seluas 8 hektar tersebut.

Director and Chief Bussiness Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah mengatakan, dari 15 ribu bibit mangrove, 2.800 diantaranya merupakan donasi dari karyawan Indosat.

Usai melakukan penanaman, pohon mangrove tersebut diberikan tagging untuk memantau perkembangannya.

“15 ribu mangrove diantaranya 2800 adalah kontribusi karyawan Indosat dan ini kami lakukan bersamaan dengan Hari Bumi. Penenaman mangrove ini mendukung bagaimana sustain ability keberlangsungan bumi kita ini adalah harus kita jaga” kata Muhammad Buldansyah, Director and Chief Bussiness Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Surya Darma, pengurus pemangku mengaku ini merupakan langkah strategis, dan memudahkan pihaknya dalam melakukan pemantauan pertumbuhan mangrove dengan menggunakan barcode.

“Disini kita akan melakukan penanaman dan pemantauan melalui barcode dimana pemantauan itu akan melihat pertumbuhan mangrovenya secara digital. Ini suatu kemajuan bagi kami pemangku dimana selama ini telah melakukan penanaman tapi belum sampai ke tahap digitalisasi” ujar Surya Darma, Pengurus Pemangku.

Sementara ditempat berbeda, pihak indosat juga melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak Universitas Syiah Kuala dalam hal digitalisasi konservasi mangrove.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Agussabti mengatakan program digitalisasi konservasi mangrove ini menjadi solusi terbaik di masa uang akan datang.

“Salah satu aspeknya adalah aspek sosial yaitu pastisipasi masyarakat sehingga program ini tidak hanya dipahami oleh elit-elit tetapi bisa juga mengedukasi masyarakat dan masyarakat bisa berpartisipasi didalamnya sehingga akan melanjutkan kedua yaitu ekonomi dan juga menjaga lingkungan” tutur Agussabti, Warek Bidang Akademik USK.

Dengan digitalisasi konservasi mangrove ini diharapkan dapat mendukung upaya konservasi dan pendidikan lingkungan untuk generasi muda mendatang.

KIP Launching Pilkada Serentak 2024

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh meluncurkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Selasa malam di Banda Aceh. Selain dihadiri oleh...

Jamaah Haji Embarkasi Aceh Mulai Terbang Ke Tanah Suci

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Jamaah Haji embarkasi Aceh mulai masuk Asrama Haji, di Banda Aceh pada tanggal 28 Mei 2024 sore kemarin. Untuk tahun...

Setelah Daftar Ke PA, Kini Nurlif Ke Gerindra Minta Dukungan Jadi Calon Gubernur

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Setelah mendaftar ke DPP Partai Aceh sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur untuk pilkada 2024. Kini TM Nurlif menyambangi Kantor Dewan...

Protes Tolak Revisi UU Penyiaran, Jurnalis Di Aceh Geruduk Kantor Dewan

Banda Aceh – Pujatvaceh.com - Sejumlah jurnalis di Banda Aceh yang tergabung dalam Gerakan Jurnalis Aceh Bersatu dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan...

POPULERnew
Berita terpopuler