Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani

Banda AcehPUJATVACEH- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia untuk belajar dari ‘Tsunami’ Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di India.

 

Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (3/5), Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani mengatakan bahwa saat ini, Negara Asia Selatan itu kini dalam kondisi mencekam. Karena saban hari ratusan ribu warga India terinfeksi virus corona. Angka kematian melonjak tajam. Petugas rumah sakit pun mulai kewalahan memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien-pasien yang mengalami sesak nafas. Bahkan, petugas pemulasaran jenazah pun kini mulai kesulitan memperoleh kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan kremasi ribuan korban Covid-19.

 

Rapat ini diikuti oleh Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT,  bersama  Forkopimda dan juga peserta rapat virtual lainnya ialah para gubernur dan Forkopimda di seluruh Indonesia.

 

“Tiga event yang menciptakan kerumunan massa diduga telah memicu gelombang kedua pandemi Covid-19 di India. Ketiga even tersebut ialah pemilu daerah di lima negara bagian, acara ritual keagamaan, dan pesta Olahraga Nasional Cricket yang digelar di tengah Pandemi Covid-19. Massa pada tiga even tearsebut umumnya mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.”, Ungkap Tito kepada awak media.

 

Menurut sumber beberapa media, diketahui bahwa ribuan massa politik India mengadakan kampanye di Bengal Barat, Tamil Nadu, Kerala, Assam, dan Puducherry, tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak.

 

Kemudian, lima juta jiwa diperkirakan ikut dalam acara tradisi Kumbh Mela di Sungai Gangga pada 14 Januari 2021. Hampir rata-rata peserta ritual keagamaan  mengabaikan protokol kesehatan saat mandi di sungai suci, India Utara. Pada akhirnya, lebih seribu orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 usai acara tersebut.

 

Selanjutnya, India menggelar pesta Olahraga Nasional Cricket di Stadion Arun Jaitley, New Delhi. Di tengah massa yang sesak dan antusias menyaksikan pertandingan itu sulit mengatur jarak fisik, dan virus corona pun bebas menular siapa pun di tengah kerumunan itu.

 

“Ajakan Mendagri patut disahuti semua pihak di Aceh, mulai di provinsi hingga di kabupaten/kota. Kami mengaku prihatian terhadap tragedi yang dihadapi rakyat India. Kita semua juga berduka atas ribuan kematian yang terjadi hampir tiap hari disana.” Tutur Saifullah Abdul Ghani yang akrab disapa SAG.

 

“Di balik tragedi kemanusiaan di India tersebut, ada pelajaran yang patut dipetik yaitu jangan pernah abaikan Proktes, Pakailah masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, hindari berpergian bila tidak mendesak, serta biasakan perilaku hidup bersih dan tetap sehat setiap saat.”, tambah SAG.

 

Kemudian, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal  3 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif sudah mencapai 11.293 kasus. Jumlah Covid-19 yang sudah sembuh  9.784 orang. Pasien masih dirawat 1.061 orang, dan korban yang meninggal dunia mencapai 448 orang. Data akumulatif tersebut sudah termasuk 56 kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh bertambah 14 orang, dan satu orang yang dilaporkan meninggal dunia.

 

Kasus positif  Covid-19 sebanyak 56 orang terdiri dari warga Banda Aceh 17 orang, Aceh Tamiang 12 orang, Aceh Besar 8 orang, Aceh Tengah 6 orang, warga Sabang dan Aceh Selatan, masing-masing 2 orang. Kemudian warga Aceh Tenggara, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan  Aceh Jaya, ada 1 orang. Sedangkan 5 penderita lainnya adalah warga dari luar daerah.

 

Selanjutnya, lebih rinci SAG menjelaskan bahwa pasien yang sembuh  sebanyak 14 orang, meliputi warga Aceh Tamiang 10 orang, Banda Aceh 3 orang, dan warga Aceh Singkil ada 1 orang. Kemudian 1 orang yang dilaporkan meninggal dunia tercatat sebagai warga Aceh Besar.

 

Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19. “Kasus probable ini secara akumulatif sebanyak 709 orang, meliputi 624 orang sudah selesai isolasi, 9 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia.”, Ungkap SAG.

 

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 8.911 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.715 orang, sedang isolasi di rumah 147 orang, dan 49 orang sedang isolasi di rumah sakit.

 

Sementara itu, terkait proses vaksinasi SAG juga melaporkan progres vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (Nakes), petugas pelayanan publik, para lansia, dan Calon Jamaah Haji (CJH) 2021 di seluruh Aceh. Per tanggal 3 April 2021, Nakes yang telah divaksinasi dosis I sebanyak 54.983 orang, atau 97,4 persen dari sasaran 56.470 orang. Nakes yang sudah disuntik dosis II sebanyak 51.312 orang, atau 90,9 persen.

 

Petugas pelayanan publik yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis I sebanyak 57.690 orang, atau 12,1 persen dari target 478.489 orang. Mereka yang sudah menerima suntikan dosis II sebanyak 42.404 orang, atau sekitar 8,9 persen.

 

Sedangkan para lansia yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I sebanyak 3.659 orang, atau 0,8 persen dari target 435.651 lansia di seluruh Aceh. Sementara Lansia yang telah melakukan vaksinasi dosis II sebanyak 2.263 orang, atau 0,5 persen.

 

Berdasarkan data per 2 Mei 2021, SAG juga menginformasikan untuk vasinasi lansia dan kelompok rentan yang akan menunaikan ibadah haji 2021, CJH yang telah melakukan penyuntikan dosis I sebanyak 3.778 orang, atau 90,23 persen dari jumlah kuota haji sebanyak 4.187 orang. CJH yang telah melakukan vaksinasi dosis II sebanyak 2.195 orang atau 52,42 persen.

 

“Vaksinasi Covid-19 merupakan pra syarat memasuki Arab Saudi dalam masa pandemi ini. Oleh karena itu, para JCH segera tuntaskan vaksinasi dosis II agar tidak ada kendala saat tiba waktu pemberangkatan.”, Tegas SAG pada sesi penutupan laporannya dalam Rapat Koordinasi tersebut.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments