31.1 C
Banda Aceh
Selasa, 27 Februari, 2024
More

    Sanggar Seni Guncang Panggung Utama Anjungan Aceh Besar di PKA-8

    - Advertisement -spot_imgspot_img
    - Advertisement -spot_imgspot_img

    Sanggar Seni Guncang Panggung Utama Anjungan Aceh Besar di PKA-8

     

    BANDA ACEH –  pujatvaceh.com: Memasuki hari ke empat (4) Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 panggung utama anjungan Kabupaten Aceh Besar diguncang oleh penampilan sejumlah sangar seni tari khas Aceh Besar dari berbagai sanggar binaan Disdikbud Aceh Besar dan Dewan Kesenian Aceh (DKA) Aceh Besar.

     

    Berbagai tampilan sanggar seni dan tari itu , menjadi bagian dari promosi budaya rempah Aceh Besar melalui gerakan dan musik yang ditampilkan dalam bentuk syair-syair oleh murid sekolah dan seniman DKA Aceh Besar.

    “Mulai tadi pagi panggung utama diisi oleh murid-murid SMPN Ingin Jaya dengan tarian Seudati, sanggar Geulangan Donya, Likok Pulo, dan Sanggar Sultan Alaidin Mahmudsyah dari Samahani ,” kata Mariadi ST, MM, Ketua DKA Aceh Besar, di Anjungan Aceh Besar, Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (8/11/2023) pagi.

     

    Selanjutnya Mariadi mengatakan, panggung utama tidak hanya diisi oleh murid-murid sekolah, akan tetapi panggung utama juga diisi oleh kawula muda dan orang tua untuk menghibur dan mempromosikan rempah dan budaya Aceh Besar melalui seni dan tarian.

    “Tadi panggung juga diisi oleh Sanggar Meusyuhu Kota Jantho dengan hikayat dan Seumapa,” ucapnya.

     

    “Para pengunjung sangat terhibur dengan tarian mereka, bahkan saat panggung utama diisi dengan tarian likok pulo, banyak menarik pengunjung untuk memasuki anjungan Aceh Besar,” tambahnya.

     

    Menjelang siang panggung utama diisi sanggar gelanggang donya di bawah pimpinan Mukhtasar Masen atau akrab disapa Yahlot Mukhtasar dengan tarian melayu yang membuat para pengunjung membludak, tarian ini memperkenalkan berbagai macam peradaban melayu pada tempo dulu.

    “Tarian melayu yang ditampilkan oleh adik-adik sanggar gelanggang donya ini mendapat perhatian dari pengunjung, karena mereka menampilkan berbagai macam peradaban masyarakat melayu tempo dulu dalam berdagang di Aceh,” pungkas Mariadi yang juga Ketua Pementasan Seni Anjungan Aceh Besar. (**)

    - Advertisement -spot_imgspot_img
    Via*
    Latest news
    - Advertisement -spot_img
    Related news
    - Advertisement -spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini