Stok BBM Habis total di Bener Meriah. Warga terpaksa beli pertalite di Bireuen dijual dengan harga Rp.60.000/liter.

Bener Meriah – Pujatv.com : Pasca Banjir bandang dan Longsor melanda kabupaten Bener Meriah beberapa waktu lalu yang mengakibatkan putusnya sejumlah jembatan dan hancur nya beberapa ruas jalan membuat warga di dataran tinggi Gayo ini kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok termasuk bahan bakar minyak untuk aktivitas sehari-hari.
Putusnya BBM di Bener Meriah terjadi sejak lima hari pasca bencana alam. Warga sama sekali sudah tidak mendapatkan minyak meskipun di SPBU.
Untuk mendapatkan BBM warga terpaksa menempuh perjalanan ke Bireuen melewati jalan rusak dan putus nya jembatan, dan kemudian dilangsir sampai kampung Simpang Nanas, Kec. Pintu Rime Gayo, dengan demikian harga BBM pertalite ditebus dengan harga sampai 60.000 rupiah perliter. Itupun jika beruntung karena BBM hasil langsiran ini tidak dijual secara eceran seperti biasa.
Para warga yang berhasil menembus rintangan jalan biasanya akan menjual BBM tersebut terbatas untuk kalangan keluarga dan tetangga, itupun dijatah cuma dua liter per kepala keluarga.
Hal ini diakui oleh salah seorang warga Bener Meriah yang enggan namanya ditulis kepada Pujatv.com pada 8 Desember 2025, dirinya hanya mampu membawa pulang BBM dengan cara dipanggul sebanyak tiga puluh liter dari wilayah Bireuen. Dia mau menjual agar keluarga dekat dan tetangga bisa beraktivitas untuk bisa mendapatkan bahan makanan yang juga semakin langka khususnya di wilayah yang masih terisolir.
Sebelumnya kelangkaan BBM terjadi salah satu SPBU di jalan Takengon – Bireun tepatnya di Kampung Simpang Teritit, Gegerung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dimana terlihat antrean kendaraan terutama roda dua menumpuk dan mengular hingga ke bahu jalan. Dalam antrean tersebut warga sudah mengantre berjam-jam lamanya demi mendapatkan BBM jenis pertalite maupun pertamax.

Pengawas SPBU Nomor 14245428 Simpang Teritit, Mirza mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan kendaraan roda empat dan dua. Untuk kendaraan roda empat pengisian minyak dijatah sebanyak 15 liter, sedangkan kendaraan roda dua pengisian minyak dibatasi sebanyak 5 liter.Ia menyebutkan, hal ini dilakukan atas instruksi Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar .





