29.5 C
Banda Aceh
Senin, 4 Maret, 2024
More

    Enam Puluh Lima Warga Adat Terpencil  Aceh Tenggara Terima Bantuan Stimulan Pemberdayaan

    - Advertisement -spot_imgspot_img
    - Advertisement -spot_imgspot_img

    Enam Puluh Lima Warga Adat Terpencil  Aceh Tenggara Terima Bantuan Stimulan Pemberdayaan .

    Ketua LPD Musfendi menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga Aceh Tenggara dari kementerian Sosial.

    Aceh Tenggara – Pujatvaceh.com: Sebanyak 65 Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Desa Lawe Sekhakut Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara menerima Bantuan Stimulan Pemberdayaan dari kementerian Sosial yang disalurkan langsung melalui lembaga Peduli Dhuafa.

    Bantuan langsung ini kepada Warga KAT ini telah melalui serangkaian verifikasi pada tahun 2020 lalu, dan diserahkan pada 7 November 2022 ,  bantuan Berupa Bibit Jagung 130 Sak, Pupuk Urea 130 Sak, Pupuk MPK 130 Sak , KCL 130 Sak , Racun Rondap 130 Liter ,Racun Compe 130 Paket, Racun DMA 130 Botol, Racun Gromoson 130 Liter, Penyebur Bibit (Regent) 130 Botol.

    Perwakilan Direktorat Pemberdayaan KAT dan Kewirausahaan Sosial Dr. Indri Indarwati mengharapkan Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pemberdayaan warga Komunitas Adat Terpencil. “Apabila Program Tahun pertama berjalan dengan lancar, maka akan dilanjutkan tahun kedua dengan Bantuan Pemukiman, dimana nantinya masyarakat yang tinggal jauh mereka akan disatukan disatu pemukiman yang baru, sehingga sesama warga bisa saling berinteraksi dengan mudah dan dapat saling mendukung satu sama lain. Selain itu warga dapat tinggal saling berdampingan dan lebih mudah mendapatkan akses pelayanan dari pemerintah nantinya” ungkapnya .

    Sementara itu Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Musfendi menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil musyawarah dengan berbagai pihak. Pihak LPD melakukan Musyawarah dengan semua warga bantuan apa yang mereka harapkan sehingga nantinya bantuan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan sesuai dengan potensi yang ada di lokasi tempat tinggal warga KAT.

    Selain bantuan bibit jagung, warga juga menerima bantuan sarana air bersih, bantuan Community Center/Balai Sosial dan sarana pendidikan. Bantuan tersebut berasal dari dana Pusat dibawah Direktorat Pemberdayaan KAT dan Kewirausahaan Sosial Kementerian Sosial.

    Lembaga Peduli Dhuafa juga mengupayakan menghadirkan pendidikan bagi anak-anak KAT dimana para orang tua sangat berharap hadirnya pendidikan yang nyata di tengah-tengah mereka mengingat sekolah yang ada saat ini belum maksimal dalam proses belajar.

    Lembaga Peduli Dhuafa sebagai lembaga Kesejahteraan Sosial menjembatani warga dengan pemerintah daerah agar mereka memperoleh kehidupan yang layak, diantaranya usulan jalur darat yang hampir tidak bisa dilewati karena berlumpur, longsor dan ada jembatan sudah putus, sehingga warga harus melewati jalur sungai dengan sekali perjalanan PP mereka harus membayar Rp. 150.000,-. Untuk penjualan hasil panen, jumlah tersebut tidak sesuai dengan modal yang mereka keluarkan.

    Diharapkan pemerintah daerah dapat membangun jalan, bantuan pendidikan, kesehatan dan bantuan lainnya yang dianggap sangat dibutuhkan oleh warga Komunitas Adat Terpencil.

    Dalam kesempatan yang sama kepala Dinas Sosial Aceh tenggara (Bahagia Wati ) mengukapkan terimakasih kepada kementerian sosial atas perhatian  kepada warganya melalui Program pemberdayaan Komunitas adat terpencil dimana program ini langsung dirasakan  oleh warga . kami dari Dinas Sosial akan terus mengupayakan untuk mengawasi program tersebut sehinggara harapan kita bersama kedepan daerah tersebut warga bisa mandiri, maju dan sejahtera kedepannya, tutupnya.

    - Advertisement -spot_imgspot_img
    Via*
    Latest news
    - Advertisement -spot_img
    Related news
    - Advertisement -spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini